By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Wagub NTT Serap Aspirasi Diaspora di Tarakan, Bahas PAD hingga Peluang Kerja Sama dengan Kaltara
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Pemerintahan

Wagub NTT Serap Aspirasi Diaspora di Tarakan, Bahas PAD hingga Peluang Kerja Sama dengan Kaltara

Redaksi
Last updated: 24 Oktober 2026 11:18
Redaksi
Published: 24 Oktober 2026
Share
SHARE

TARAKAN – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn.) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., menggelar silaturahmi dan dialog bersama diaspora NTT di Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (22/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang berbagi gagasan mengenai peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pelayanan publik, transportasi laut, hingga peluang kerja sama pembangunan antara kedua provinsi.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Lantai 2 Gedung Convention Hall Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Utara, Kota Tarakan, itu dihadiri perwakilan paguyuban dan kerukunan diaspora NTT dari sejumlah kabupaten dan kota di Kaltara.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dalam pertemuan tersebut, Johni Asadoma memaparkan sejumlah informasi mengenai kondisi dan arah pembangunan Provinsi NTT. Dialog juga dimanfaatkan untuk menghimpun pandangan warga diaspora yang memiliki pengalaman hidup, bekerja, dan berusaha di Kalimantan Utara.

Sejumlah isu strategis menjadi bahan pembicaraan, mulai dari upaya meningkatkan PAD, akses pelayanan kesehatan melalui BPJS, hingga konektivitas transportasi laut yang menghubungkan wilayah-wilayah di Indonesia, termasuk NTT dan Kaltara.

Salah satu gagasan yang mengemuka berkaitan dengan konektivitas pelayaran, termasuk kemungkinan pengembangan rute kapal penumpang yang menghubungkan Tarakan dengan wilayah NTT, seperti Alor. Gagasan tersebut menjadi bagian dari pertukaran pendapat mengenai kebutuhan transportasi masyarakat dan peluang peningkatan hubungan antardaerah.

Meski demikian, gagasan pengembangan rute pelayaran tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut, terutama terkait kebutuhan penumpang, kelayakan operasional, serta koordinasi dengan pihak terkait.

Peluang investasi dan penyiapan tenaga kerja

Selain transportasi dan pelayanan publik, dialog juga menyoroti peluang kerja sama ekonomi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Provinsi Kaltara.

Pengalaman Kaltara dalam mengembangkan sektor industri dan investasi dinilai dapat menjadi bahan pembelajaran bagi NTT, terutama dalam memperkuat strategi pembangunan ekonomi daerah dan meningkatkan penerimaan daerah.

Dalam diskusi tersebut, muncul pula pandangan mengenai pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar masyarakat NTT dapat mengambil bagian dalam peluang kerja yang tercipta dari perkembangan investasi dan industri.

Penyiapan tenaga kerja dinilai perlu dilakukan melalui peningkatan keterampilan, pelatihan vokasi, serta penyesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Di sisi lain, komunikasi dan kolaborasi antarpemerintah daerah dipandang penting untuk membuka ruang pertukaran pengalaman, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong manfaat investasi agar dapat dirasakan masyarakat.

Diaspora menjadi jembatan pembangunan daerah

Pertemuan tersebut juga memperlihatkan peran diaspora sebagai penghubung antara daerah asal dan daerah tempat mereka tinggal. Pengalaman warga NTT di Kaltara diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui dialog terbuka ini, berbagai pandangan yang disampaikan diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Provinsi NTT dalam mengevaluasi program pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperluas peluang kerja sama dengan daerah lain.

Silaturahmi dan dialog diaspora NTT di Tarakan tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan mengenai pembangunan ekonomi, konektivitas wilayah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (****)

BORNEO NEWS JOURNALIST (BNJ TV)

Gubernur Kaltara dan Wakil Gubernur Hadiri Pelantikan HMI dan KOHATI Cabang Tanjung Selor
Kemendagri Asistensi Percepatan APBD Kaltara
Wagub Perkuat Sinergi Kaltara-Kaltim untuk Akselerasi Konektivitas Perbatasan
Dorong Peningkatan PAD Melalui Produk Lokal
Pemetaan Kompetensi Diikuti 500 ASN
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?