By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Wakil Gubernur Kaltara Hadiri Sarasehan Kebangsaan di MPR RI
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Pemerintahan

Wakil Gubernur Kaltara Hadiri Sarasehan Kebangsaan di MPR RI

Redaksi
Last updated: 22 Mei 2025 14:53
Redaksi
Published: 22 Mei 2025
Share
SHARE

JAKARTA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri Sarasehan Kebangsaan Perubahan Geopolitika Dunia Dalam Peluang Menuju Indonesia Raya, di Gedung Nusantara IV MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5).

Acara yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini mengusung tema “ Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitika Global Menuju Indonesia Raya” yang dibuka secara resmi oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.

Dalam sambutannya, ia mengatakan setiap warga negara Indonesia wajib menghormati Pancasila, sebab Pancasila merupakan milik seluruh rakyat Indonesia, bukan milik individu.
“Pancasila bukanlah milik satu kelompok atau satu generasi, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia, ungkap Muzani.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Muzani mengatakan, Pancasila merupakan landasan pemersatu bangsa. Menurutnya, tanpa ideologi Pancasila, bangsa Indonesia akan berjalan tanpa arah tujuan.

“Tanpa Pancasila, kita bukan lagi satu bangsa, melainkan lautan kelompok yang saling mengedepankan tafsir masing-masing kelompok tentang apa yang terbaik untuk bangsa,” jelasnya.

Maka, dalam menghadapi semua perubahan dan tantangan dimasa sekarang, diperlukan suatu fondasi. Dia mengatakan fondasi itu berbentuk Pancasila yang diwariskan para pendiri bangsa terdahulu.

Apakah kita pernah membayangkan kenapa kita bisa berkumpul dan bertemu, bahkan bermusyawarah tentang masa depan bersama padahal kita memiliki latar belakang yang berbeda. Jawabannya karena kita dipertemukan oleh Pancasila,” imbuhnya.

Sarasehan ini diselenggarakan sebagai wadah dialog lintas sektor untuk memperkuat nilai-nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika global yang terus berubah.

Sarasehan ini turut dihadiri oleh pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri Kabinet Merah Putih, para kepala daerah Forkopimda Provinsi seluruh Indonesia. (dkisp)

Optimis Pendapatan Pajak Melampaui Target
Audiensi Kakanwip DJP Kaltimtara, Pemprov Maksimalkan Pajak Perkebunan
Pasca Kebakaran Kantor Bupati Bulungan, Wagub Kaltara Dorong Percepatan Pemulihan
Kantor Pengadilan Tinggi Kaltara Tinggal Menunggu SK
Bangga Atas Komitmen Pemerintah Pusat
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?