Wali Kota dr. KHAIRUL: UMKM Penopang Utama Perekonomian, Kriya Nusa Kaltara 2025 Jadi Momentum Naik Kelas

Redaksi

Tarakan, KALTARA – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, menegaskan peran strategis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah saat membuka Event KRIYA NUSA Kaltara 2025, Pameran Kerajinan se-Kalimantan Utara, yang digelar di Tarakan Art and Convention Centre, Minggu (28/12/2025).

Walikota dr. H. Khairul Bersama Rombongan saat mengunjungi Stan UMKM

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 28 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 tersebut, diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Tarakan bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tarakan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Khairul mengawali dengan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya kegiatan tersebut, meski pembukaan acara berlangsung di tengah gerimis hujan. Ia menyebut hujan tersebut sebagai berkah bagi seluruh pihak, khususnya para pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam Kriya Nusa Kaltara 2025.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Hujan ini adalah hujan berkah. Mudah-mudahan membawa keberkahan bagi kita semua dan para pelaku UMKM. Saya doakan dagangannya laris, usahanya berkembang, dan menjadi sejahtera. Namun jangan lupa kewajiban membayar zakat dan pajak,” ujar Khairul.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyukseskan pelaksanaan Kriya Nusa Kaltara 2025. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam mendorong UMKM agar terus tumbuh dan naik kelas.

“Kita berharap UMKM di Tarakan dan Kalimantan Utara bisa terus naik kelas. Dari usaha mikro menjadi kecil, kecil menjadi menengah, dan menengah menjadi usaha besar,” tegasnya.

Khairul mengungkapkan, sejak awal menjabat sebagai Wali Kota Tarakan pada tahun 2019, jumlah UMKM di Kota Tarakan tercatat sekitar 7.900 unit. Namun, hingga akhir masa jabatannya, jumlah tersebut meningkat signifikan menjadi sekitar 28.000 UMKM, atau hampir meningkat empat kali lipat.

Berdasarkan data statistik dan Bank Indonesia Kalimantan Utara, sekitar 87 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Tarakan ditopang oleh sektor UMKM. Bahkan, sekitar 93 persen masyarakat Tarakan bekerja di sektor UMKM, baik mikro, kecil, maupun menengah.

“Kontribusi Tarakan terhadap PDRB Kalimantan Utara hampir 40 persen. Artinya, UMKM di Tarakan memiliki peran yang sangat besar dalam menopang perekonomian provinsi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sektor UMKM terbukti mampu bertahan dan terus tumbuh di tengah berbagai krisis ekonomi, termasuk saat pandemi COVID-19. Banyak masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) beralih ke sektor UMKM dan kini mulai merasakan hasilnya.

Selain pertumbuhan jumlah, Wali Kota menilai perkembangan UMKM Tarakan juga terlihat dari peningkatan kualitas produk, mulai dari kemasan hingga motif. Ia mencontohkan perkembangan batik khas Tarakan yang awalnya hanya ditekuni oleh tiga pembatik, namun kini semakin berkembang berkat dukungan kebijakan pemerintah daerah.

“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah mendorong penggunaan batik motif Tarakan sebagai pakaian dinas. Ini bertujuan menciptakan pasar bagi pembatik lokal dan menumbuhkan atmosfer berusaha,” ungkapnya.

Melalui Kriya Nusa Kaltara 2025, Pemerintah Kota Tarakan berharap produk kriya dan kuliner lokal semakin dikenal luas, mampu bersaing, serta terus menjadi penopang utama perekonomian Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara.(HENDRIK)

Share This Article