By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Sidang DPRD Nunukan Gagal Kuorum, Pembahasan KUA-PPAS 2025–2026 Terancam Molor
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Nunukan

Sidang DPRD Nunukan Gagal Kuorum, Pembahasan KUA-PPAS 2025–2026 Terancam Molor

Redaksi
Last updated: 14 Agustus 2025 20:39
Redaksi
Published: 14 Agustus 2025
Share
SHARE

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Nunukan, Kamis (14/8/2025), yang dijadwalkan membahas Nota Kesepakatan KUA-PPAS Perubahan 2025 dan KUA-PPAS 2026 terpaksa tertunda dua kali akibat tidak terpenuhinya kuorum.

Sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Nunukan I, Arpiah, dan Wakil Ketua II, Andi Maryati, serta dihadiri Wakil Bupati Hermanus ini sedianya dimulai pukul 10.00 Wita. Namun, lantaran sejumlah anggota dewan absen, rapat baru dijadwalkan ulang hingga pukul 15.00 Wita tetap tanpa hasil.

Dari total anggota DPRD, 19 orang hadir di ruang sidang, sementara 11 lainnya mangkir, sehingga pembahasan agenda strategis tersebut terhenti.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ketua Dewan Kehormatan DPRD Nunukan, Syafrudin menuding ketidakhadiran ini disengaja oleh segelintir anggota yang memprotes soal pokok pikiran (pokir) yang tidak disetujui Pemkab.

“Semua tahu siapa yang tidak mau kuorum. Penyebabnya karena ada permintaan terkait pokir yang tidak dikabulkan,” tegas Syafrudin, Kamis, (14/08/25).

Politikus Partai Golkar itu menilai sikap tersebut merugikan lembaga dan menghambat jalannya pemerintahan daerah.

“Kalau APBD tidak berjalan, yang rugi masyarakat. Saya harap KPK turun memeriksa hal ini,” katanya lagi.

Syafrudin bahkan mengaku menunda operasi mata demi hadir di sidang. “Saya ini sakit, tapi tetap hadir karena ini untuk kepentingan daerah,” ungkapnya.

Ia menyebut, anggota yang absen berasal dari Fraksi Hanura, Fraksi Nasdem, dan satu orang dari Gerindra.

Rapat paripurna pun resmi ditunda tanpa kepastian jadwal lanjutan, sementara pembahasan dua dokumen krusial APBD kini terancam molor. (**)

HMI Cabang Nunukan Soroti Dugaan Penyimpangan Anggaran Tunjangan DPRD dan Proyek PLBN Labang
Paslon YESS Lakukan Deklarasi di Nunukan, YTP : Ayo Sama-sama Bangun Kaltara
Keluarga Korban Dugaan Pelecehan Seksual Anak di Nunukan Keluhkan Lambannya Proses Hukum
Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah Cabang Nunukan menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat, Dalam momentum di bulan suci Ramadhan dengan semangat berbagi
Melahirkan Pemimpin Muda Perbatasan, HMI Komisariat Sebatik Sukses Gelar Basic Training ke-VIII
Share This Article
Facebook Email Print
299 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?