By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Pemkot Samarinda Dukung Rencana Integrated Farming, Tekankan Legalitas Organisasi
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KALTIMZona Borneo

Pemkot Samarinda Dukung Rencana Integrated Farming, Tekankan Legalitas Organisasi

Redaksi
Last updated: 22 Mei 2026 22:36
Redaksi
Published: 22 Mei 2026
Share
SHARE

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan kawasan Integrated Farming yang digagas Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN MI). Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, saat menerima audiensi organisasi tersebut di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Balai Kota Samarinda, Jumat (22/5/2026).

Dalam pertemuan itu, GBN MI memaparkan konsep pembangunan kawasan pertanian terpadu di atas lahan seluas sekitar 4 hektare di Kota Samarinda. Program tersebut dirancang sebagai kawasan terintegrasi yang menggabungkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga wisata edukasi berbasis ketahanan pangan.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyambut positif gagasan tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Program seperti ini tentu memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi ketahanan pangan, edukasi, maupun pengembangan ekonomi lokal,” ujarnya.

Meski demikian, Saefuddin menegaskan bahwa dukungan pemerintah harus dibarengi dengan pemenuhan seluruh aspek administrasi dan legalitas organisasi. Ia meminta GBN MI segera menyelesaikan proses pendaftaran resmi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda.

Menurutnya, legalitas organisasi menjadi syarat penting agar kerja sama maupun dukungan pemerintah dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Jika seluruh persyaratan administratif terpenuhi, Pemkot Samarinda membuka peluang untuk menindaklanjuti program tersebut sebagai bagian dari pembangunan sektor pertanian modern yang berkelanjutan di Kota Tepian.

Rencana pengembangan Integrated Farming ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi pangan terpadu, tetapi juga sarana pembelajaran bagi masyarakat dan generasi muda mengenai pentingnya kemandirian pangan serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.(****)

Satresnarkoba Polres Kukar Ungkap Dua Kasus Peredaran Sabu, Dua Tersangka Diamankan
Pemkab Berau Perkuat Ketahanan Pangan, Warga Diajak Tanam Cabai di Pekarangan Rumah
Praktik Leasing Disorot di Berau, Konsumen Keluhkan DUGAAN Upaya Rebut Unit
Dua Pejabat Kaltim Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp100 Miliar
Ketua Laskar Banjar Borneo Samarinda Soroti Dugaan Ketidaktransparanan Dana Probebaya di Salah Satu Kelurahan
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?