Pemprov Kaltara Dukung Penguatan Sekolah Adat dan Ekonomi Kreatif Dayak Kenyah

Redaksi

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya Dayak Kenyah melalui pengaktifan kembali Sekolah Adat Kenyah di wilayah Long Peso dan sekitarnya.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, saat menghadiri pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) Lembaga Adat Dayak Kenyah (LADK) Kabupaten Bulungan, Kamis (28/5/2026).

Menurut Ingkong, sekolah adat memiliki peran penting sebagai pusat pembelajaran budaya bagi generasi muda agar nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Melalui sekolah adat, generasi muda diharapkan dapat mempelajari berbagai warisan budaya Dayak Kenyah, mulai dari seni ukir, anyaman tradisional, alat musik sape’, hingga pengetahuan pengobatan tradisional.

“Pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pembinaan generasi muda agar identitas masyarakat adat tetap terjaga,” ujarnya.

Selain pelestarian budaya, Ingkong juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat adat.

Ia mendorong perluasan akses pasar bagi produk-produk lokal masyarakat Dayak Kenyah melalui pemanfaatan platform digital seperti DAD Mart serta dukungan promosi melalui berbagai pameran dan festival budaya, termasuk Festival Irau.

Lebih lanjut, Ingkong menegaskan bahwa masyarakat adat Dayak Kenyah siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga wilayah perbatasan, melestarikan lingkungan hidup, serta menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga adat, diharapkan pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta percepatan pembangunan di Kalimantan Utara. (****)

Share This Article