Rapat Paripurna Hak Angket DPRD Kaltim Ditunda, Aliansi Rakyat Kaltim Gelar Aksi Unjuk Rasa

Redaksi

SAMARINDA – Rapat Paripurna DPRD Kalimantan Timur yang dijadwalkan membahas usulan Hak Angket pada Rabu (10/6/2026) ditunda karena jumlah anggota dewan yang hadir tidak memenuhi kuorum. Penundaan tersebut memicu aksi unjuk rasa dari puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kaltim di depan Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda.

Sejak sekitar pukul 11.30 WITA, massa mulai memadati area gerbang utama kantor DPRD Kaltim. Mereka datang menggunakan mobil komando dan membentangkan berbagai spanduk berisi tuntutan serta kritik terhadap kinerja legislatif. Beberapa spanduk yang terlihat di lokasi di antaranya bertuliskan “Kaltim Darurat KKN” dan “Hak Angket Harga Mati, Suara Rakyat Tidak Boleh Diabaikan”.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Selain itu, massa juga membawa replika berukuran besar yang memuat hasil kesepakatan antara DPRD dan mahasiswa terkait komitmen pembentukan Hak Angket yang sebelumnya pernah disepakati.

Aksi tersebut dipicu oleh kabar penundaan pembahasan Hak Angket dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim. Massa yang mengikuti jalannya rapat melalui siaran langsung menyaksikan agenda tersebut beberapa kali ditunda sebelum akhirnya resmi ditangguhkan karena tidak memenuhi syarat kuorum.

Jenderal Lapangan (Jenlap) Aliansi Rakyat Kaltim, Fatur Rahman, menyampaikan kekecewaannya atas minimnya kehadiran anggota dewan dalam rapat yang dinilai penting bagi masyarakat.

Menurutnya, dari total 55 anggota DPRD Kaltim, hanya 32 orang yang hadir dalam rapat paripurna tersebut.

“Hari ini kita melihat faktanya hanya 32 anggota yang hadir. Jika memang mereka hadir sebagai wakil rakyat, seharusnya mereka datang dan ikut menyelesaikan persoalan yang sedang menjadi perhatian publik,” ujar Fatur saat berorasi di atas mobil komando.

Fatur juga menilai keputusan untuk mengembalikan penjadwalan pembahasan Hak Angket kepada Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kaltim sebagai langkah yang mengecewakan masyarakat yang menantikan kejelasan proses tersebut.

Aliansi Rakyat Kaltim menegaskan akan terus mengawal proses pembahasan Hak Angket hingga memperoleh kepastian dari DPRD Kaltim. Sementara itu, hingga aksi berlangsung, situasi di sekitar Gedung DPRD Kaltim masih berada dalam pengamanan aparat keamanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (****)

REPORTER : (Hendra Sitorus)

Share This Article