TARAKAN – Kehadiran program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 0907/Tarakan di kawasan Tanjung Batu RT 23, Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, ternyata berangkat dari aspirasi dan perjuangan panjang para petani setempat.
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Mamburungan, Pelda Sugeng Kurniawan, menceritakan awal mula diusulkannya kawasan Tanjung Batu sebagai sasaran utama program TMMD tahun ini. Selama bertahun-tahun, warga dan petani yang berkebun serta berladang di area perbukitan mengalami kesulitan akses mobilitas yang sangat berat.
“Awal mulanya banyak sekali warga menyampaikan keluhan kepada saya selaku Babinsa di sini. Selama ini kalau mau berkebun atau berladang mereka merasa kesulitan. Harus menyisir lewat pantai dulu dengan jalan kaki, baru naik ke gunung. Hasil panen pun tidak bisa dibawa semua karena aksesnya sulit,” ujar Pelda Sugeng Kurniawan, Jumat (16/10/2026).
Mendengar keluhan tersebut, Pelda Sugeng kemudian berkoordinasi dengan Ketua RT setempat untuk mengawal aspirasi warga. Usulan pembangunan jalan sempat dibawa ke tingkat kelurahan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun belum berhasil terealisasi.
Tak patah semangat, Pelda Sugeng kemudian melaporkan langsung kendala dan kebutuhan masyarakat Tanjung Batu tersebut kepada Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan untuk dicarikan jalan keluar.
“Pas kebetulan ada petunjuk dari komando atas untuk mencari sasaran TMMD, maka oleh Komandan Kodim diusulkanlah kawasan ini ke Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Alhamdulillah, ini berkah bagi warga, Pemkot menyetujui kegiatan TMMD tahun ini dilaksanakan di Tanjung Batu,” jelas Pelda Sugeng.
Kini, dengan terbukanya akses jalan baru melalui program TMMD Ke-130, impian masyarakat Tanjung Batu RT 23 Mamburungan untuk memiliki jalur darat yang layak akhirnya terwujud. Jalan ini diharapkan tidak hanya mempermudah aktivitas pertanian dan perkebunan, tetapi juga mempercepat pengangkutan hasil panen menuju pasar. (**)




