By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: APBD Perubahan 2021 Diprioritaskan untuk Penanganan Covid-19
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraPemerintahan

APBD Perubahan 2021 Diprioritaskan untuk Penanganan Covid-19

Redaksi
Last updated: 30 September 2021 17:18
Redaksi
Published: 30 September 2021
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 Provinsi Kalimantan Utara Kaltara telah mencapai kesepakatan bersama antara Pemprov Kaltara dan DPRD.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD Kaltara dalam rapat Paripurna ke-40 tentang persetujuan bersama atas Raperda APBD perubahan Provinsi Kaltara tahun anggaran 2021, Rabu (29/9).

Gubernur Kaltara, Drs H.Zainal A.Paliwang, SH, M.Hum dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah H. Suriansyah mengatakan, penyusunan perubahan APBD tahun 2021 dikarenakan pada tahun ini merupakan tahun transisi pemerintahan yang memerlukan konsolidasi dalam penyusunan capaian program dan kegiatan serta penyesuaian.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Selain itu, kebijakan pemerintah pusat menginstruksikan setiap daerah untuk merealokasikan anggarannya dalam upaya penanganan dampak dari pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Sehingga harus memprioritaskan penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi, dan jaring pengamanan sosial dalam menangani dampak pandemi Covid-19,” ungkap Sekda Suriansyah.

Dikatakan pula dalam perubahan APBD Provinsi Kaltara, secara umum difokuskan pada tujuh rencana program. Yaitu bidang kesehatan, ekonomi, sumber daya manusia, standar pelayanan minimal, mandatory spending dan kebijakan nasional yang tertuang dalam regulasi yang ada.

Melalui sambutannya ini, Gubernur berharap persetujuan bersama yang digelar hari ini dapat memberikan pengaruh pada kualitas pengelolaan keuangan daerah dan berguna pada pelayanan masyarakat.

“Semoga kerja sama antara pemerintah dan DPRD Provinsi Kalimantan Utara dapat terus berjalan dengan baik, hanya dengan saling bahu membahu secara berkesinambungan kita dapat mewujudkan Kalimantan Utara yang sejahtera,” tutupnya.

Untuk alokasi belanja daerah dalam APBD Kaltara tahun anggaran 2021 yang semula ditetapkan Rp2,5 triliun kini menjadi Rp2,7 triliun bertambah sebanyak 9,61 persen.

Aksi Buruh Tarakan : Ratusan Buruh Bakar BPJS Kesehatan, Ada Apa?
Gelar Peringatan Maulid, Kadis KISP Berikan Inspirasi dalam Menjalani Hidup
BI Kaltara Resmi Buka Layanan Penukaran Uang Rupiah untuk Ramadan dan Idulfitri 2025
HMI Cabang Nunukan Gelar Program “HMI Masuk Desa” di Sebatik Barat: Perkuat Ketahanan Desa, Tolak Radikalisme dan Terorisme
TMMD KE-130 TARAKAN, GOTONG ROYONG TNI DAN WARGA PERKUAT KEBERSAMAAN
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?