By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Belum Tertangkap Semua, Mapolres Tarakan Gelar Rekonstruksi Pembunuhan di Salah Satu THM
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Hukum & Kriminal

Belum Tertangkap Semua, Mapolres Tarakan Gelar Rekonstruksi Pembunuhan di Salah Satu THM

Redaksi
Last updated: 4 Januari 2022 00:26
Redaksi
Published: 4 Januari 2022
Share
SHARE

TARAKAN– Belum lama ini Penyidik Sat Reskrim Polres Tarakan menggelar rekontruksi di tempat kejadian perkara (TKP) dengan disaksikan beberapa  saksi, empat tersangka maupun jaksa yang menangani serta penasihat hukum para tersangka terkait dengan kasus penikaman dan pengeroyokan yang mengakibatkan Barcelinus meninggal dunia, 25 November 2021 lalu.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Aldi menuturkan, Ada tujuh orang terduga pelaku, empat orang sudah tertangkap dan tiga orang masih dalam pengejaran. Selain itu tujuan dari rekonstruksi untuk mengetahui fakta pada saat di lokasi kejadian, untuk terangnya suatu kejadian.

“Sementara untuk saat ini masih dilakukan pencarian DPO yang lain, kita akan terus lakukan penyelidikan terduga pelaku melarikan diri keluar kota, dalam rekknstruksi untuk menunjukkan kejadian aslinya pada saat di lokasi, dari semua adegan ada 27 adegan reka ulang,” terangnya, Senin (02/01/2022).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dijelaskannya, saat dilakukannya rekontruksi didapati beberapa fakta. Antara lain yakni keterangan tersangka dan saksi pada saat kejadian ada perbedaan.

“Perbedaannya tidak terlalu signifikan karena pada saat kejadian peristiwanya sudah jelas. Tersangka pada saat melakukan penusukan itu, korban sedang menahan pintu. Keterangannya, menikam korban sekali,” jelas Aldi.

Ia menambahkan, para pelaku waktu melarikan diri ada yang bersama-sama, ada juga yang sendiri-sendiri. Seperti pelaku berinisial KS, setelah membuang barang bukti (Sajam), kembali lagi sendiri menggunakan motornya.

“Barang bukti pisau yang digunakan untuk menikam korban, dibuang pelaku tidak jauh dari lokasi kejadian,” tutupnya. (*)

Dua Orang Tega Cabuli Anak 4 Tahun
Enggan Tobat, Baru Keluar Penjara Residivis Ini Malah Mencuri Lagi
Sabu 4.1 Kilogram; Suami-Istri Berhasil Diamankan
Jalani Sidang Perdana, Pelaku Kasus Pembunuhan Sepupu Terancam Pasal Berlapis
Dana CSR Perusahaan Dinilai Rawan Jadi Lahan Korupsi Bagi Para Penjahat Berdasi
Share This Article
Facebook Email Print
8 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?