MALINAU – Wakil Bupati Malinau Jakaria, S.E., M.Si., menghadiri Rapat Paripurna ke-5 Masa Sidang III Tahun 2026 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Malinau terhadap Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Rapat paripurna berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Malinau, Senin (5/10/2026) pagi.
Dalam kesempatan tersebut, Jakaria menyampaikan apresiasi atas berbagai pandangan dan masukan yang disampaikan tiga fraksi DPRD. Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain kondisi fiskal daerah, efisiensi anggaran, serta pemenuhan belanja wajib pemerintah.
Menurut Jakaria, keterbatasan fiskal tidak boleh menghilangkan perhatian pemerintah terhadap visi dan misi pembangunan daerah serta lima program inovasi daerah yang telah ditetapkan.
Berbagai pandangan dan masukan DPRD, kata dia, akan menjadi bahan pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti melalui perangkat daerah teknis sesuai bidang masing-masing.
Jakaria juga menekankan pentingnya upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan tetap memperhatikan kondisi dan kemampuan masyarakat.
Di sisi lain, ia berharap pembangunan infrastruktur pada 2027 tetap mendapat perhatian, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan. Penguatan kedua sektor tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kesejahteraan masyarakat.
“Peningkatan PAD perlu terus diupayakan dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan kemampuan masyarakat. Pada saat yang sama, sektor pendidikan dan kesehatan harus tetap menjadi perhatian dalam pembangunan,” ujar Jakaria.
Dalam rapat tersebut, tiga fraksi DPRD pada prinsipnya menyetujui usulan pemerintah daerah. Namun, masing-masing fraksi turut menyampaikan sejumlah usulan dan masukan yang diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan APBD Kabupaten Malinau Tahun Anggaran 2027.
Pandangan tersebut terutama berkaitan dengan upaya pemerintah daerah menyusun anggaran secara efektif dan efisien di tengah keterbatasan fiskal serta kondisi defisit anggaran.(****)




