Borneonewsjournalist.co.id, Malang – Festival Mbois 10 (FMX) 2025 resmi dibuka di Malang Creative Center (MCC), Kamis (6/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 – Nusantaraya, yang mempertemukan para pelaku ekonomi kreatif, komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan jejaring kota kreatif Indonesia (ICCN) dari berbagai daerah.
Berlangsung hingga 9 November 2025, FMX menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang menegaskan semangat kreativitas Kota Malang. Tahun ini, festival terasa istimewa seiring dengan kabar bahwa Kota Malang resmi bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2025 di bidang Media Arts.
Pencapaian tersebut menempatkan Malang sejajar dengan kota-kota kreatif dunia lainnya, sekaligus memperkuat identitas lokal melalui inovasi dan kolaborasi digital.
Ketua Festival Mbois 10, Gedeon Soerja, menyampaikan rasa bangga atas capaian bersejarah itu.
“Tahun ke-10 Festival Mbois menjadi sangat bersejarah. Kita tidak hanya merayakan satu dekade gerakan kreatif Malang, tapi juga tonggak baru sebagai City of Media Arts UNESCO. Ini bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu membawa Malang menuju pengakuan dunia,” ujarnya.
Dari jajaran nasional, Perwakilan Exco ICCN, Vicky Arief H., menilai FMX merupakan contoh nyata bagaimana festival lokal mampu naik kelas menjadi ruang inspirasi nasional.
“Kehadiran FMX di dalam ICCF 2025 menunjukkan bahwa kreativitas lokal bisa menjadi energi nasional. Capaian Malang sebagai City of Media Arts UNESCO membuktikan bahwa kreativitas Indonesia diakui secara global,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menekankan pentingnya peran pelaku UMKM dan industri kreatif dalam mendukung ekonomi daerah.
“Festival Mbois selalu menjadi ruang aktualisasi bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk naik kelas. Momentum ini akan membuka peluang lebih luas bagi kolaborasi, inovasi, dan ekspor kreativitas lokal,” katanya.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan. Regional CEO BNI Kantor Wilayah 18, Soesetyo Priharjanto, menyampaikan komitmen BNI untuk terus memperkuat ekosistem kreatif di Malang.
“BNI percaya kreativitas adalah aset bangsa yang perlu difasilitasi. Melalui kolaborasi, literasi finansial, dan kemudahan akses permodalan, kami ingin tumbuh bersama pelaku kreatif Indonesia,” jelasnya.
Rangkaian Kegiatan Festival Mbois 10
Selama empat hari pelaksanaan (6–9 November 2025), Festival Mbois 10 menghadirkan beragam kegiatan inspiratif di MCC, mulai dari Festival Barber, Mbois Talk, Mbois Noise Fest, Festival Music, Workshop & Sharing Session, Exhibition & Showcase Komunitas, Performance Art & Theater, Projection Mapping Show, hingga International Conference (ICCF 2025).
Sebagai bagian dari perayaan satu dekade, FMX 10 juga meluncurkan buku “10 Tahun Perjalanan MCF: Mencintai Kota Malang” karya Dadik Wahyu Chang, Vicky Arief H., Amar Alpabet, dan sejumlah pelaku ekonomi kreatif lainnya. Buku ini merekam perjalanan Malang Creative Fusion (MCF) selama sepuluh tahun membangun gerakan kota kreatif, dari inisiatif komunitas hingga pencapaian besar di tingkat global.
Peluncuran buku tersebut menjadi simbol dedikasi dan semangat cinta terhadap Kota Malang yang terus tumbuh melalui kreativitas dan kolaborasi.
Dengan mengusung semangat “Senyawa Malang Raya”, Festival Mbois 10 diharapkan menjadi katalis lahirnya inovasi baru, mempererat jejaring antarwilayah, serta menegaskan bahwa kreativitas lokal mampu bersinar di tingkat global.(****)
Kontak Media:
Jona – PR Officer ICCF 2025
📞 +62 823-3333-8347




