By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Harga Kebutuhan Pokok di Samarinda Mulai Naik, Pedagang Waswas Daya Beli Menurun
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KALTIMSAMARINDA

Harga Kebutuhan Pokok di Samarinda Mulai Naik, Pedagang Waswas Daya Beli Menurun

Redaksi
Last updated: 2 Desember 2025 21:24
Redaksi
Published: 2 Desember 2025
Share
SHARE

SAMARINDA, KALTIM – Memasuki awal Desember 2025, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Samarinda mulai mengalami kenaikan. Kondisi ini berdampak pada pola belanja masyarakat yang kini semakin selektif dalam menentukan komoditas yang dibeli. Di Pasar Segiri, salah satu pusat distribusi bahan pangan terbesar di Samarinda, pedagang mencatat penurunan volume pembelian meski aktivitas pasar masih terlihat ramai.

Sejak pekan terakhir, warga disebut membatasi belanja harian, terutama untuk kebutuhan yang mengalami kenaikan harga paling signifikan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran pedagang yang mengaitkan kenaikan harga dengan potensi melemahnya daya beli masyarakat.

Kenaikan harga paling jelas terlihat pada komoditas telur ayam. Pedagang menduga lonjakan tersebut dipicu oleh momentum libur Natal dan akhir tahun serta distribusi dari daerah pemasok yang tidak stabil. Sejumlah distributor diketahui mengurangi volume pengiriman, sehingga stok di Samarinda turut terpengaruh.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Pedagang telur di Pasar Segiri, Mardi, mengatakan harga modal barang yang diterimanya kini lebih tinggi dari biasanya. Kondisi ini membuat harga jual ke konsumen ikut terkerek naik.

“Harga telur yang sebelumnya sekitar Rp 52 ribu per rak, sekarang modalnya sudah Rp 54 ribu, dan kami jual Rp 55 ribu,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Mardi menambahkan, turunnya pasokan dari Surabaya dan Blitar membuat stok cepat habis.

“Biasanya kalau masuk Natal memang ada kenaikan. Modal naik, jadi harga jualnya ikut menyesuaikan,” katanya.

Pedagang dan masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan langkah stabilisasi harga, terutama menjelang puncak kebutuhan akhir tahun.

Rencana Pengangkatan Pegawai SPPG Jadi PPPK di Berau Masih Menunggu Kebijakan Pusat
Pemkot Samarinda Dukung Borneo Cantata Harumkan Nama Indonesia di Kancah Global
Turnamen Futsal Piala PI Network Internasional Cup 2026 Resmi Dibuka di Samarinda
Relawan Kaltim Bersama TNI-Polri Bersihkan Lumpur dan Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Aceh Tamiang
Polda Kalimantan Timur Tegaskan Komitmen Berantas Narkotika, Puluhan Butir Ekstasi Dimusnahkan
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?