Hasbi Tegaskan KKSS Tarakan Milik Bersama, Siap Rangkul Semua Pilar dan Netral dari Politik

Redaksi

TARAKAN, KALTARA – Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan yang baru, dr. Muhammad Hasbi Hasyim, menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen warga Sulawesi Selatan di Tarakan serta menjaga netralitas organisasi dari kepentingan politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasbi saat menghadiri acara silaturahmi di kediaman Ketua Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM) Provinsi Kalimantan Utara, H. Najamuddin, SE, Selasa sore (17/02/2026), bersama puluhan warga KKSS Kota Tarakan.

Dalam sambutannya, Hasbi mengajak seluruh warga untuk senantiasa bersyukur atas terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) dan proses organisasi yang berjalan baik.
“Kita harus selalu menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita bisa berorganisasi karena perkenan-Nya. Ini bukan soal euforia, tetapi rasa syukur yang wajib kita jaga,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkait aspirasi warga, Hasbi menyebut komunikasi sementara ini masih banyak dilakukan oleh para pendukungnya. Namun, ia memastikan seluruh aspirasi akan diakomodasi dalam kepengurusan yang sedang disusun.

“Semua aspirasi akan kita akomodir. Kepengurusan nanti akan merangkul semua pilar dan elemen, baik otonom maupun unsur lainnya. KKSS ini milik seluruh warga Sulawesi Selatan di Tarakan, bukan milik kelompok tertentu,” tegasnya.

Ia menambahkan, Dewan Formatur telah ditetapkan dan dalam waktu dekat akan menyusun struktur kepengurusan sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), yang mengatur pembentukan kepengurusan maksimal satu bulan setelah pemilihan.

Menanggapi isu yang mengaitkan pemilihan Ketua KKSS Tarakan dengan dinamika politik, termasuk dukungan terhadap Gubernur Kalimantan Utara maupun Wali Kota Tarakan, Hasbi menegaskan bahwa organisasi tetap netral.

“Saya dari dulu tidak suka berpolitik, tapi saya selalu mengkritisi kenapa organisasi dibawa-bawa ke politik. Kita lihat kemarin sempat muncul gesekan antarwarga. Saya tidak menghendaki itu. Urusan politik tidak ada di organisasi,” katanya.

Menurutnya, setiap warga memiliki hak politik secara pribadi, namun organisasi tidak boleh memihak kepada siapa pun.

“Organisasi akan netral, baik kepada Pak Gubernur maupun Pak Wali Kota. Semua akan kita rangkul,” jelasnya.

Hasbi juga menyampaikan bahwa secara pribadi ia memiliki hubungan baik dengan kedua tokoh tersebut, namun hal itu tidak akan memengaruhi sikap organisasi.

Dorong Program Sosial untuk Warga Perantau
Ke depan, Hasbi berharap KKSS Tarakan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga memiliki program sosial yang konkret bagi warga perantau.

Ia berencana mendorong pembentukan dana sosial yang bersumber dari kontribusi warga Sulawesi Selatan di Tarakan.

“Tidak semua perantau Sulawesi Selatan berhasil. Ada juga yang hidupnya masih sulit, dan itu sering saya temukan di rumah sakit. Kita ingin hadir membantu mereka,” ungkapnya.

Menurut Hasbi, program sosial tersebut akan dibahas bersama formatur dan dimasukkan dalam struktur kepengurusan mendatang.

“Harapan saya, semua pilar harus dirangkul karena mereka yang paling tahu kondisi warganya. Insya Allah, kita akan bergerak bersama demi kebaikan warga Sulawesi Selatan di Tarakan,” pungkasnya.(BNJ)

Share This Article