TARAKAN – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tarakan terus mematangkan persiapan pelantikan pengurus periode 2026–2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam, 16 Oktober 2026, di Banhub Kaltara.
Ketua HMI Cabang Tarakan, Fadhil Qobus, mengatakan persiapan pelantikan saat ini terus dilakukan, mulai dari aspek teknis pelaksanaan, koordinasi kepanitiaan, hingga komunikasi dengan para tamu undangan.
Menurutnya, pelantikan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat arah perjuangan HMI Cabang Tarakan ke depan.
“Kami ingin kepengurusan yang baru dapat memulai amanahnya dengan semangat kolektif, memperkuat kaderisasi, serta membangun kontribusi yang nyata bagi masyarakat,” ungkap Fadhil.
Pelantikan kali ini mengusung tema “Titik Temu HMI: Rekonstruksi Khittah Perjuangan HMI Cabang Tarakan dalam Bingkai Kaderisasi Progresif yang Berdaya Saing.”
Fadhil menjelaskan, tema tersebut dilatarbelakangi pentingnya memperkuat fondasi perjuangan HMI agar tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, titik temu dalam organisasi bukan berarti menyeragamkan perbedaan, melainkan membuka ruang dialog, menyatukan gagasan, dan memperkuat kolaborasi tanpa mengabaikan prinsip serta independensi organisasi.
Sementara itu, rekonstruksi khittah perjuangan dimaknai sebagai upaya menerjemahkan kembali nilai-nilai dasar HMI ke dalam kerja nyata, terutama melalui penguatan kaderisasi, tradisi intelektual, serta keberpihakan terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Ia berharap, kepengurusan HMI Cabang Tarakan periode 2026–2027 mampu melahirkan kader yang tidak hanya unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, menawarkan solusi, serta mengambil peran dalam pembangunan daerah.
“HMI tidak boleh hanya besar dalam sejarah, tetapi harus terus membuktikan arti kehadirannya bagi umat, bangsa, dan masyarakat, khususnya di Kota Tarakan dan Kalimantan Utara,” tegasnya.
Dalam pelantikan tersebut, HMI Cabang Tarakan turut mengundang berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, senior dan alumni HMI, pimpinan perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, hingga elemen mahasiswa dan masyarakat.
Fadhil berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan sinergi antara HMI dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.
Ia menilai pembangunan daerah membutuhkan partisipasi berbagai elemen, termasuk mahasiswa yang memiliki peran strategis sebagai kekuatan intelektual dan kontrol sosial.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak tidak berarti menghilangkan sikap kritis maupun independensi organisasi.
HMI Cabang Tarakan, lanjutnya, tetap berkomitmen menjalankan peran sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan yang terbuka terhadap kerja sama, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai dan prinsip perjuangan HMI.
Melalui pelantikan ini, HMI Cabang Tarakan diharapkan dapat memperkuat soliditas internal, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta menghadirkan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kalimantan Utara. (****)




