By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: HMI Nunukan Desak Evaluasi Total Program MBG Pasca Kasus Keracunan Massal di Sebatik
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Nunukan

HMI Nunukan Desak Evaluasi Total Program MBG Pasca Kasus Keracunan Massal di Sebatik

Redaksi
Last updated: 1 Oktober 2025 08:00
Redaksi
Published: 1 Oktober 2025
Share
SHARE

NUNUKAN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Nunukan menyampaikan sikap tegas terkait kasus keracunan massal yang menimpa 58 siswa di Sebatik. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh konsumsi makanan bergizi (MBG) yang justru menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan anak-anak sekolah di perbatasan.

Ketua HMI Cabang Nunukan, Baso, menilai kejadian ini merupakan tamparan keras bagi dunia pendidikan dan kesehatan, khususnya di wilayah perbatasan. Menurutnya, program MBG yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi pelajar justru menjadi ancaman akibat lemahnya pengawasan dan distribusi.

“Jangan sampai dalih memberikan gizi berubah menjadi malapetaka yang merusak generasi muda,” tegas Baso.

- Advertisement -
Ad imageAd image

 

HMI menilai program MBG yang tidak diawasi ketat dan tidak dikelola secara profesional sudah tidak layak untuk diteruskan. Alih-alih memberi manfaat, program tersebut justru merugikan dan berpotensi merusak masa depan generasi muda.

Lebih lanjut, HMI menuntut pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk bertanggung jawab penuh, menghentikan sementara program, serta melakukan investigasi menyeluruh. Mereka menekankan bahwa langkah ini penting agar kasus serupa tidak terulang kembali.

> “Generasi di perbatasan sudah menghadapi tantangan besar dalam pendidikan dan kesehatan. Jika program pemerintah malah menambah derita, maka jelas bukan kebermanfaatan yang hadir, melainkan ancaman,” lanjutnya.

 

HMI menegaskan kasus keracunan di Sebatik harus menjadi peringatan serius. Program pemerintah yang bertujuan baik tidak boleh berakhir menimbulkan trauma kolektif. Evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistem dianggap sebagai bentuk nyata keberpihakan terhadap masa depan generasi bangsa.(*)

EK LMND Soroti Keterlibatan Oknum Polisi Nunukan Dalam Jaringan Narkoba
Kepala BGN Tinjau SPPG di Perbatasan Sebatik, Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Sesuai Standar
70 Pengurus DPC IWAPI Nunukan Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan
‎OPINI – HMI CABANG NUNUKAN ‎Nunukan di Ujung Negeri: Antara Titik Rawan dan Titik Harapan.
Gubernur Kaltara Tinjau Jalan Perbatasan Krayan, Percepatan Infrastruktur Didorong
Share This Article
Facebook Email Print
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?