By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Intruksikan Vaksinasi Massal Capai Target
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
AdvetorialKaltaraPemerintahan

Intruksikan Vaksinasi Massal Capai Target

Redaksi
Last updated: 9 Mei 2022 21:47
Redaksi
Published: 9 Mei 2022
Share
SHARE

DENPASAR – Pada tahun 2018 lalu, cakupan vaksinasi massal untuk campak dan rubella sebesar 75 persen. Capaian itu, masih di bawah target nasional yang mencapai 90 persen.

Gubernur Kalimantan Utara, Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum meminta agar capaian vaksinasi massal dapat dicapai. Ia mengungkapkan, telah menginstruksikan instansi terkait untuk menyukseskan program kegiatan vaksinasi anak secara nasional melalui Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada bulan ini.

“Rutinitas vaksinasi yang diberikan memang secara rutin, namun cakupannya menurun lantaran pandemi Covid-19,”kata Gubernur, Senin (9/5/2022).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kata Gubernur akan menggelar kegiatan vaksinasi tersebut secara bertahap. Di mana vaksinasi yang diberikan meliputi campak, rubella, polio, difteri, dan tetanus.

Tahap pertama untuk wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Dan tahap kedua, akan digelar pada Agustus 2022 untuk wilayah Jawa dan Bali.

Selain vaksinasi campak dan rubela, Gubernur juga meminta Dinas Kesehatan Kaltara menargetkan jenis vaksinasi lain juga bisa dilaksanakan.

Seperti vaksinasi difteri pertusis tetanus (DPT) dan polio. Serta vaksinasi hepatitis untuk antisipasi penyakit hepatitis akut misterius yang kini tengah melanda dunia.

Gubernur mengatakan selain kondisi pandemi, tantangan terberat program imunisasi di Indonesia saat ini adalah menangkal berbagai pemberitaan negatif tentang imunisasi yang membuat orang tua enggan memberikan imunisasi kepada anak-anak mereka.

“Imunisasi itu sangat penting buat buah hati kita. Jadi kalau anak Anda belum mendapatkan imunisasi lengkap, maka segera datang ke tempat pelayanan kesehatan yang memberikan layanan imunisasi dan lengkapi vaksinasinya,” ujarnya.

Imunisasi berguna untuk mencegah penularan penyakit, wabah, sakit berat, cacat hingga kematian bayi dan balita. Imunisasi dasar lengkap dan lanjutan akan memengaruhi masa depan anak Indonesia.

Saat ini, tersedia berbagai imunisasi yang bermanfaat untuk mencegah lebih dari 20 penyakit yang mengancam jiwa. Imunisasi saat ini mencegah dua juta hingga tiga juta kematian setiap tahun akibat penyakit seperti difteri, tetanus, pertusis, influenza, dan campak. Pada 2020 hingga 2030, diperkirakan bahwa imunisasi akan menyelamatkan lebih dari 32 juta nyawa. Di mana 28 juta di antaranya adalah anak-anak berusia di bawah lima tahun. Gubernur berharap orang tua bisa memanfaatkan bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada Mei mendatang untuk mengejar ketertinggalan imunisasi dasar lengkap.

Dialog Lintas Agama di Malinau Hadirkan Toleransi dengan Cara yang Hangat dan Menghibur
Percepat Herd Immunity, Pemprov Kaltara Gelar Dialog Interaktif Cegah Disinformasi Vaksinasi Covid-19
Wagub Harapkan MPKW Kembangkan Pendidikan Kristen di Kaltara
Pemprov Gelar Layanan Gabungan untuk Perbaiki Masalah Administrasi pada Vaksinasi
Pemprov Dukung Lomba Sumpit Tradisional sebagai Upaya Menjaga Kearifan Lokal
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?