By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Kaltim Siap Bebas Ketergantungan Beras, Duduki Peringkat 2 Indeks Ketahanan Pangan Nasional 2025
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KALTIM

Kaltim Siap Bebas Ketergantungan Beras, Duduki Peringkat 2 Indeks Ketahanan Pangan Nasional 2025

Redaksi
Last updated: 21 Desember 2025 12:35
Redaksi
Published: 21 Desember 2025
Share
SHARE

KALIMANTAN TIMUR – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan kemajuan signifikan dalam mewujudkan kemandirian pangan. Berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan Nasional 2025, Kaltim berhasil menempati peringkat kedua nasional dengan skor 80,82 dan masuk kategori sangat tahan pangan.

Capaian tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, dalam dialog Indonesia Forward yang disiarkan langsung CNN Indonesia, Jumat (19/12/2025). Dialog yang mengusung tema “Kalimantan Timur Menuju Kemandirian Pangan” itu dipandu oleh Diana Dwika dan berlangsung selama 30 menit.
Seno Aji menjelaskan, skor ketahanan pangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pangan masyarakat Kaltim dapat terpenuhi, baik dalam kondisi normal maupun saat menghadapi situasi darurat dan bencana.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi, seperti keterbatasan lahan subur, produktivitas pertanian yang belum optimal, serta tingginya ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Melalui rekayasa lahan dengan penambahan kapur dan dolomit, serta penerapan metode Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), produktivitas padi meningkat signifikan. Dari sebelumnya hanya 3–4 ton per hektare, kini mencapai 6–7 ton per hektare dalam satu kali panen,” ungkap Seno Aji.

Peningkatan produktivitas tersebut berdampak langsung pada kemampuan Kaltim dalam memenuhi kebutuhan beras lokal. Jika sebelumnya hanya mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan, kini meningkat menjadi 60 persen.

“Kita hanya perlu menambah sedikit lagi untuk mencapai 100 persen swasembada beras, bahkan berpotensi surplus,” ujarnya optimistis.

Untuk mencapai target swasembada penuh, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan perluasan lahan pertanian dari sekitar 33 ribu hektare menjadi 46 hingga 50 ribu hektare. Upaya ini dilakukan melalui program cetak sawah baru serta optimalisasi lahan pertanian yang sudah ada.

Sementara itu, produksi beras Kaltim hingga November 2025 tercatat mencapai sekitar 160 ribu ton, menunjukkan tren peningkatan yang positif.

Selain peningkatan produksi, regenerasi petani juga menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim. Pemerintah mendorong keterlibatan generasi muda melalui berbagai program, seperti brigade pangan, Pemuda Tani Indonesia, dan petani milenial, yang didukung dengan insentif serta pemanfaatan alat dan teknologi pertanian modern.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal angka, tetapi hasil dari kerja sama semua pihak. Tujuannya agar Kalimantan Timur benar-benar berdaulat pangan dan masyarakatnya semakin sejahtera, sejalan dengan visi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas,” pungkas Seno Aji.(****)

Reporter : BIRO BERAU, KALTIM
Hendra Sitorus – Syamsul

RDP Sengketa Tapal Batas Ditunda, Warga Biatan Ilir Blokade Jalan di Depan DPRD Berau
Jelang Ramadhan 1447 H, Ketua DPW Laskar Banjar Borneo Samarinda Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas
Pemkab Berau Perkuat Ketahanan Pangan, Warga Diajak Tanam Cabai di Pekarangan Rumah
Rencana Pengangkatan Pegawai SPPG Jadi PPPK di Berau Masih Menunggu Kebijakan Pusat
Kebakaran Hanguskan 44 Bangunan di Kawasan Pasar Segiri Samarinda, Pemkot Siapkan Evaluasi Penataan
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?