MALINAU – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan Malinau sebagai daerah yang ramah disabilitas, inklusif, dan berkeadilan. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sekaligus peluncuran Gerakan Malinau Berbahasa Isyarat (Gema Berbisik) masa bakti 2026–2031.


Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Tebengang, Kamis (6/11/2026) pagi. Dalam sambutannya, Wempi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PPDI yang baru dikukuhkan. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai langkah untuk memperkuat perjuangan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
Menurutnya, penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk bekerja, berpartisipasi dalam pembangunan, serta terlibat dalam kehidupan sosial dan budaya.
“Disabilitas bukan berarti keterbatasan, tetapi memiliki potensi yang luar biasa. Pemerintah Kabupaten Malinau berkomitmen mewujudkan Malinau yang ramah disabilitas, inklusif, dan berkeadilan,” ujar Wempi.
Ia berharap peluncuran Gema Berbisik dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya komunikasi inklusif, khususnya melalui penggunaan bahasa isyarat. Dengan demikian, penyandang disabilitas dapat memperoleh ruang komunikasi dan interaksi yang lebih setara dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menyampaikan pesan tentang inklusivitas, Wempi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan stabilitas daerah. Ia mengingatkan warga agar menjauhi praktik judi online dan penyalahgunaan narkoba, serta tidak membeli barang hasil curian karena dapat berimplikasi pada persoalan hukum.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, termasuk yang mengatasnamakan pejabat.
“Mari kita jaga kedamaian, persatuan, dan berikan rasa aman bagi siapa pun yang datang ke Bumi Intimung yang kita cintai,” tutupnya.
Melalui pengukuhan pengurus PPDI dan peluncuran Gema Berbisik, diharapkan upaya membangun lingkungan yang inklusif di Kabupaten Malinau semakin berkembang, sehingga penyandang disabilitas dapat memperoleh kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan.(****)




