By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Muhammad Nasir Apresiasi Seminar CDOB: Wadah Edukasi Masyarakat Perbatasan
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Kaltara

Muhammad Nasir Apresiasi Seminar CDOB: Wadah Edukasi Masyarakat Perbatasan

Redaksi
Last updated: 28 November 2025 22:36
Redaksi
Published: 28 November 2025
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, mengapresiasi pelaksanaan seminar nasional pembahasan Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) yang digagas Aliansi Masyarakat Perbatasan dengan menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat.

Menurut Nasir, forum tersebut menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk memperoleh penjelasan komprehensif terkait perjuangan pemekaran wilayah di perbatasan. Ia menilai kehadiran narasumber pusat memberi akses informasi yang lebih ringkas dan tepat sasaran.

“Kita dari DPRD tentu mendukung penuh kegiatan aliansi hari ini. Apalagi narasumbernya langsung dari pusat sehingga masyarakat bisa mendengar secara jelas dan rinci,” ujar Nasir, Selasa (25/11/25).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia menyebut, langkah aliansi menghadirkan pemateri dari pemerintah pusat menandakan efisiensi sekaligus kepedulian terhadap masyarakat perbatasan. Warga tidak lagi perlu jauh-jauh ke Jakarta hanya untuk mendapatkan penjelasan terkait proses pembentukan DOB.

“Tidak perlu masyarakat kita berbondong-bondong ke Jakarta. Hari ini, seluruh informasi bisa didengar langsung di daerah,” tegasnya.

Meski demikian, Nasir menegaskan bahwa persoalan utama pemekaran bukan terletak pada kesiapan daerah, melainkan pada kebijakan moratorium pembentukan daerah otonomi baru yang masih berlaku di tingkat pusat.

“Selama moratorium belum dicabut, proses tidak bisa berjalan. Kendalanya bukan di daerah, melainkan di pemerintah pusat,” tandasnya

Ia berharap penyampaian langsung dari pejabat pusat melalui forum tersebut dapat memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus menjadi dorongan moral agar aspirasi pemekaran wilayah tetap diperjuangkan.

700 Peserta Hadiri PKU Akbar, PNM Perkuat Literasi Keuangan Pengusaha Ultra Mikro di Pulau Sebatik, Nunukan.
Muhammad Najih Arromadlono: Pemahaman Agama Dangkal Jadi Akar Munculnya Radikalisme
Hari Mangrove Sedunia 2026, PPIU M4CR Kaltara Dorong Penanaman Mangrove Berkelanjutan
Tim Pendaki Asal Tarakan Sukses Tuntaskan Ekspedisi Gunung Kundas Kaltara 1.212 MDPL
BKD Kaltara Gelar Ujian Kenaikan Pangkat dan Penyesuaian Ijazah
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?