By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Pemprov Kaltara Harapkan pemangku kepentingan dapat berkoordinasi menjaga stabilitas Harga
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
AdvetorialKaltaraPemerintahan

Pemprov Kaltara Harapkan pemangku kepentingan dapat berkoordinasi menjaga stabilitas Harga

Redaksi
Last updated: 28 April 2022 21:26
Redaksi
Published: 28 April 2022
Share
SHARE

TANJUNG SELOR –Melaui Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Gubernur Kaltara Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum meminta segenap pihak untuk saling berkoordinasi dalam menekan inflasi di daerah.

Gubernur menegaskan, seluruh pemangku kepentingan dapat berkoordinasi untuk menjaga stabilitas harga. Utamanya menjelang Hari Raya Idulfitri 1443 H.

Perlu diketahui tingkat inflasi di Kaltara tahun 2022 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2021. Namun tetap terkendali dalam sasaran inflasi 3+1%. Meningkatnya tekanan inflasi kaltara tahun ini diperkirakan akibat mulai meningkatnya domestic demand seiring dengan penurunan level PPKM pada awal tahun ini.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Tak hanya itu adanya momen besar seperti hari besar keagamaan nasional (HBKN) Ramadan dan hari raya Idulfitri serta perayaan-perayaan seperti Hari Ulang Tahun Kaltara, Festival Budaya Iraw, serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga turut menjadi faktor penyebab meningkatnya tekanan inflasi.

Karena itu, Gubernur berharap kepada TPID baik di tingkat Provinsi maupun kabupaten/kota untuk lebih meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan kepolisian, satgas pangan, bulog, serta instansi terkait lainnya. Untuk merumuskan upaya-upaya yang dibutuhkan dalam pengendalian inflasi di daerah sesuai kewenangan masing-masing.

“Saya berharap TPID tidak hanya menyasar persoalan yang memicu gejolak harga dengan melalui pendekatan yang bersifat jangka pendek. Namun secara bertahap memberikan solusi atas berbagai persoalan yang sifatnya struktural, seperti peningkatan produktifitas, kelancaran distribusi, dan struktur pasar yang efisien,” jelasnya, Kamis (28/4/2022).

Wujudkan Pemerintahan Daerah Berkualitas, DPRD Berau Gelar Bimtek di Yogyakarta
Desa Digital Ketiga di Kalimantan, Indosat Buka Akses Pasar dan Literasi Digital bagi Warga Kampung Nelayan Tarakan
Kasus Dugaan Korupsi Koperasi ASN Nunukan Mandek Setahun, Nama Helmy Kembali Disebut
Konferensi Kota ke II PWI Tarakan, Walikota Harap Bisa berkontribusi
Kedatangan 61 Jemaah Haji Tarakan Disambut Meriah
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?