TARAKAN, KALTARA – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Utara menggelar kegiatan Halal Bihalal dengan mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Mempererat Kebersamaan, dan Saling Memaafkan di Momen Penuh Berkah.”

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Sri Tower, Jalan P. Diponegoro, Sebengkok, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, dan dihadiri oleh jajaran pengurus HIPMI tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, serta ratusan masyarakat, yang sebagian besar berasal dari komunitas Jilbab Pink Kota Tarakan.
Acara semakin khidmat dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh pendakwah nasional, Das’ad Latif. Dalam ceramahnya, ustadz asal Sulawesi Selatan itu menyampaikan berbagai pesan keagamaan, di antaranya keutamaan puasa di bulan Ramadan, pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, serta menjaga dan mempererat silaturahmi antar sesama.
Ia juga mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari serta tidak merasa paling hebat dibandingkan orang lain.
Sementara itu, Ketua Bidang BPD HIPMI Kalimantan Utara, Buhari, menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini merupakan agenda rutin organisasi dalam memperkuat kebersamaan antar pengurus.

“Alhamdulillah hari ini kegiatan halal bihalal dapat terlaksana dengan baik. Sebelumnya kami juga telah melaksanakan buka puasa bersama seluruh pengurus HIPMI Kaltara, serta berbagi dengan sekolah-sekolah yang membutuhkan dengan total bantuan sekitar Rp40 juta,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan HIPMI dapat terus meningkatkan kontribusinya bagi pembangunan daerah, khususnya di Kalimantan Utara.
Di sisi lain, Ketua HIPMI Kota Tarakan, Adyansa, mengapresiasi langkah BPD HIPMI Kaltara yang menghadirkan penceramah nasional dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran ulama nasional yang memberikan tausiyah yang sangat bermanfaat dan mencerdaskan. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun agar membawa keberkahan bagi Kalimantan Utara,” katanya.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin yang tidak hanya berkompeten secara nasional, tetapi juga memiliki nilai-nilai keimanan dan pengabdian kepada bangsa.(****)




