By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: RSUD dr. Abdul Rivai Berau Diduga Alami Krisis Keuangan, Bupati Didesak Turun Tangan
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
BERAUKALTIM

RSUD dr. Abdul Rivai Berau Diduga Alami Krisis Keuangan, Bupati Didesak Turun Tangan

Redaksi
Last updated: 8 Februari 2026 19:39
Redaksi
Published: 8 Februari 2026
Share
SHARE

BERAU, KALTIM – Pelayanan kesehatan publik di Kabupaten Berau disebut berada dalam kondisi memprihatinkan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Rivai, yang menjadi rumah sakit rujukan utama masyarakat, diduga mengalami krisis keuangan yang berdampak pada kekosongan ratusan jenis obat dan berpotensi mengganggu keselamatan pasien.

Sejumlah sumber internal rumah sakit mengungkapkan bahwa krisis obat terjadi akibat menumpuknya utang RSUD kepada distributor farmasi. Akibat tunggakan pembayaran yang belum terselesaikan, beberapa rekanan dilaporkan menghentikan sementara pasokan obat-obatan.

“Stok obat banyak yang kosong,” ujar seorang tenaga kesehatan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Sabtu (7/2/2026).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Informasi yang dihimpun menyebutkan, total utang RSUD dr. Abdul Rivai kepada pihak ketiga diduga telah mencapai puluhan miliar rupiah. Sementara kondisi kas rumah sakit dikabarkan minim, sehingga tidak mampu menutup kewajiban tersebut dalam waktu dekat. Situasi ini memunculkan sorotan terhadap tata kelola keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. Abdul Rivai.

Perhatian publik mengarah pada Direktur RSUD dr. Abdul Rivai, Jusram, yang juga menjabat sebagai pimpinan BLUD dan memiliki tanggung jawab utama dalam pengelolaan keuangan serta operasional rumah sakit. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen rumah sakit belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat maupun sambungan telepon belum memperoleh respons.

Selain krisis obat, persoalan keuangan juga diduga berdampak pada tunggakan pembayaran Jasa Pelayanan (JP) tenaga kesehatan yang nilainya disebut mencapai belasan miliar rupiah. Kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi motivasi dan kualitas pelayanan tenaga medis di tengah tingginya beban kerja.

Indikasi tekanan keuangan RSUD dr. Abdul Rivai disebut bukan terjadi secara tiba-tiba. Dalam dokumen APBD Kabupaten Berau Tahun Anggaran 2026, tercantum pos pembayaran utang proyek tahun sebelumnya, yang memunculkan dugaan adanya beban keuangan berkelanjutan tanpa penyelesaian menyeluruh.

Sorotan juga tertuju pada pembangunan Gedung Walet RSUD dr. Abdul Rivai yang dikabarkan menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Meski tampak megah dari sisi fisik, sejumlah bagian gedung dilaporkan belum dapat difungsikan secara optimal. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas penggunaan anggaran, terutama di tengah krisis layanan dasar seperti ketersediaan obat.

Situasi tersebut memicu kritik terhadap fungsi pengawasan, baik oleh Inspektorat Kabupaten Berau maupun Dewan Pengawas RSUD, yang dinilai belum optimal dalam mendeteksi dan mencegah potensi masalah tata kelola keuangan sejak dini.

Sejumlah pihak mendesak Inspektorat Kabupaten Berau untuk melakukan audit khusus terhadap pengelolaan keuangan RSUD dr. Abdul Rivai. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, mereka meminta agar kasus tersebut ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah kelompok masyarakat menyampaikan keprihatinan dan mendesak Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, M.Pd, untuk turun tangan langsung sebagai pemilik BLUD. Langkah ini dinilai penting guna memastikan keberlangsungan pelayanan kesehatan dan menyelamatkan RSUD dr. Abdul Rivai dari krisis yang berpotensi merugikan masyarakat luas.

Reporter : HENDRA SITORUS

HMI Berau Soroti Dugaan Ketiadaan Izin Tersus/TUKS di PLTD Sambaliung, PLN UP3 Berau Sebut Bukan Kewenangannya
Kobarkan Semangat Pancasila, Polresta Samarinda Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Rapat Paripurna APBD Berau: Rudi Mangunsong Dari Fraksi PDI Perjuangan Dorong Transparansi dan Pengawasan Anggaran
Laskar Banjar Borneo Berbagi Takjil kepada Masyarakat di Berau
Kebakaran Hanguskan Kandang Ayam di Berau, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?