TANJUNG SELOR – Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman, menilai pembangunan dan perbaikan ruas jalan Krayan–Malinau merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera dituntaskan demi mendukung mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan.
Menurut Jufri, hingga saat ini masyarakat Krayan masih menghadapi keterbatasan akses transportasi darat akibat kondisi jalan yang belum sepenuhnya layak dilalui. Kondisi tersebut membuat warga lebih banyak bergantung pada transportasi udara untuk melakukan perjalanan ke daerah lain.
“Yang paling urgen di wilayah perbatasan adalah ruas jalan Krayan–Malinau. Masyarakat di sana sangat menantikan kehadiran infrastruktur yang benar-benar bisa mereka manfaatkan,” ujar Jufri, baru-baru ini.
Sebagai mitra kerja sektor infrastruktur, Komisi III DPRD Kaltara terus menjadikan persoalan tersebut sebagai salah satu agenda prioritas dalam pembahasan bersama pemerintah daerah. Aspirasi masyarakat terkait percepatan pembangunan jalan Krayan–Malinau secara rutin disampaikan kepada instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
“Kami selalu mengangkat persoalan ini dalam koordinasi dengan kepala dinas dan Gubernur. Tugas kami di legislatif adalah terus menyuarakan kebutuhan masyarakat agar pembangunan segera terealisasi,” katanya.
Jufri mengungkapkan bahwa secara umum akses jalan Krayan–Malinau telah terhubung. Namun, masih terdapat sejumlah titik yang memerlukan penanganan serius, seperti area longsor dan beberapa jembatan yang belum berfungsi secara optimal.
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang menjadi hambatan sekaligus mempercepat penyelesaiannya sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara diharapkan mengalokasikan anggaran untuk ruas yang menjadi tanggung jawab daerah, sementara pemerintah pusat didorong segera menuntaskan pekerjaan pada ruas yang menjadi kewenangannya.
“Kalau titik-titik penghambat ini bisa diselesaikan, akses masyarakat akan jauh lebih baik. Ini yang terus kami dorong agar menjadi prioritas pembangunan,” tegasnya.
Perbaikan jalan Krayan–Malinau dinilai tidak hanya akan memperlancar konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka akses ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan Kalimantan Utara. (****)




