By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Memperingati Hari Ibu: “IBU SEBAGAI SEKOLAH PERTAMA DI ERA DIGITAL” Oleh: Muhammad, S.Kom., M.Kom. Dosen STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati, Tarakan Mahasiswa S3 Informatika UAD, Yogyakarta
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Pendidikan

Memperingati Hari Ibu: “IBU SEBAGAI SEKOLAH PERTAMA DI ERA DIGITAL” Oleh: Muhammad, S.Kom., M.Kom. Dosen STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati, Tarakan Mahasiswa S3 Informatika UAD, Yogyakarta

Redaksi
Last updated: 22 Desember 2025 15:32
Redaksi
Published: 21 Desember 2025
Share
SHARE

Borneonewsjournalist.co.id, KARYA ILMIAH – Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat dalam dua dekade terakhir telah membawa perubahan besar dalam pola belajar, berinteraksi, dan pembentukan karakter anak. Di tengah derasnya arus informasi dari gawai, media sosial, hingga kecerdasan buatan, peran keluarga kembali menjadi fondasi utama pendidikan, dengan ibu menempati posisi strategis sebagai sekolah pertama bagi anak.

Hal tersebut disampaikan Muhammad, S.Kom., M.Kom., dosen STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan sekaligus mahasiswa Program Doktor Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, dalam refleksi peringatan Hari Ibu bertema “Ibu sebagai Sekolah Pertama di Era Digital”.

Menurutnya, sejak usia dini, ibu memiliki peran sentral dalam mengenalkan bahasa, kebiasaan, nilai, dan norma kehidupan kepada anak. Sentuhan kasih, tutur kata, serta keteladanan ibu menjadi fondasi karakter yang akan melekat hingga dewasa. Namun di era digital, peran tersebut menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Anak-anak kini tidak hanya belajar dari orang tua dan lingkungan sekitar, tetapi juga dari layar digital yang menyajikan informasi tanpa henti. Jika tidak dibimbing, anak berisiko menyerap nilai instan, budaya perbandingan, hingga informasi yang menyesatkan,” ujarnya.

Dalam konteks ini, ibu berperan sebagai penyaring pertama informasi digital. Literasi digital menjadi kebutuhan penting, bukan untuk menjadikan ibu sebagai ahli teknologi, melainkan agar memiliki kesadaran kritis terhadap dampak penggunaan teknologi bagi tumbuh kembang anak. Ibu yang melek digital mampu menetapkan batasan waktu layar, memilih konten sesuai usia, serta membangun dialog terbuka dengan anak tentang pengalaman mereka di dunia maya.

Selain aspek kognitif, tantangan lain yang dihadapi anak di era digital adalah pendidikan emosional. Tekanan budaya media sosial, seperti tuntutan popularitas dan validasi digital, kerap memicu kecemasan, rasa tidak percaya diri, hingga kesepian pada anak. Dalam situasi ini, kehadiran ibu sebagai pendengar yang empatik dan pendamping yang penuh kasih dinilai tidak tergantikan oleh teknologi apa pun.

Namun demikian, Muhammad juga menekankan bahwa peran besar ibu kerap dibebankan tanpa dukungan yang memadai. Banyak ibu menghadapi beban ganda, mulai dari mengurus rumah tangga, bekerja secara profesional, hingga mendampingi pendidikan anak di tengah tantangan digital.

“Oleh karena itu, penguatan peran ibu harus menjadi tanggung jawab kolektif. Ayah, keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara perlu hadir sebagai ekosistem pendukung melalui kebijakan ramah keluarga, pendidikan parenting, dan literasi digital berbasis komunitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, peringatan Hari Ibu seharusnya tidak berhenti pada simbolisasi dan seremoni, tetapi menjadi momentum untuk mengakui peran strategis ibu dalam membentuk kualitas generasi bangsa. Investasi terbesar menuju Indonesia Emas 2045, menurutnya, dimulai dari keluarga, dengan ibu sebagai poros utama pendidikan nilai, adab, empati, dan kemanusiaan.

Dalam perspektif religius, penghormatan terhadap ibu menempati posisi yang sangat mulia. Ibu tidak hanya melahirkan dan merawat, tetapi juga menjadi pendidik pertama yang menanamkan nilai iman dan akhlak. Tema Hari Ibu 2025, “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, menemukan maknanya ketika peran keibuan dipandang sebagai amal besar yang bernilai ibadah.

“Ibu yang berdaya adalah ibu yang diberi ruang, dukungan, dan ilmu dalam menjalankan amanah pengasuhan. Karya terbesar seorang ibu adalah generasi yang beriman, berakhlak, dan berkarakter kuat,” pungkasnya.

Dari ruang keluarga, melalui tangan dan keteladanan ibu, masa depan Indonesia terus dibentuk. Di era digital, ibu sebagai sekolah pertama bukan sekadar peran domestik, melainkan pilar utama dalam menjaga keseimbangan antara kecakapan teknologi dan kedewasaan moral generasi bangsa.(****)

Generasi Emas Berkarakter, SMPN 1 Tarakan Lepas 339 Siswa Lulus Tahun Ajaran 2025/2026
PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar
Testimoni Menggugah Felix Erwando: Program Desa Sarjana Unggul Malinau, Ubah Hidup Anak Desa
HMI Nunukan Desak Polisi Tuntaskan Dugaan Penyekapan dan Kekerasan Seksual terhadap Mahasiswi di Makassar
Apresiasi Rencana Hibah Pemprov NTB, Pemprov Kaltara siap Bangun Fasilitas Mahasiswa di Sumbawa
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?