By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Perkuat Kerukunan di Malinau, Tokoh Adat Dayak-Tidung Gandeng Satbrimob Polda Kaltara
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraMalinau

Perkuat Kerukunan di Malinau, Tokoh Adat Dayak-Tidung Gandeng Satbrimob Polda Kaltara

Redaksi
Last updated: 24 Januari 2026 19:50
Redaksi
Published: 24 Januari 2026
Share
SHARE

MALINAU, KALTARA – Menyadari pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman, Tokoh Adat Lembaga Adat Dayak-Tidung, Sdr. Syamsul Bahri, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi erat dengan Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Kalimantan Utara, khususnya di wilayah Kabupaten Malinau.

​Langkah ini dipertegas dalam pertemuan koordinasi bersama Satbrimob Polda Kaltara. Pertemuan tersebut fokus pada pemetaan potensi gangguan keamanan dan penguatan komunikasi antara tokoh masyarakat dengan aparat kepolisian.

​Sdr. Syamsul Bahri mengungkapkan bahwa wilayah Kalimantan Utara, termasuk Malinau, memiliki karakteristik masyarakat yang heterogen. Hal ini menjadikan daerah tersebut cukup rentan terhadap isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk memicu perpecahan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

​”Kabupaten Malinau adalah rumah kita bersama. Kami dari Lembaga Adat Dayak-Tidung berkomitmen menjadi mitra strategis Satbrimob untuk memastikan tidak ada ruang bagi provokasi SARA yang dapat merusak kedamaian yang sudah kita bangun,” tegas Syamsul Bahri.

​Sementara itu, Ipda Jefrianus Rembon selaku Kasi Intel Satbrimob Polda Kaltara menyambut baik inisiatif dan dukungan tersebut. Menurutnya, peran tokoh adat sangat vital dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gesekan di akar rumput.

​”Sinergi dengan Sdr. Syamsul Bahri dan Lembaga Adat ini adalah bagian dari upaya preventif kami. Kami ingin memastikan bahwa setiap permasalahan sosial dapat diselesaikan dengan kepala dingin melalui pendekatan adat dan hukum, sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujar Ipda Jefrianus.

​Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan stabilitas keamanan di Kabupaten Malinau tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan tenteram tanpa bayang-bayang konflik horizontal.(***)

Prihatin Melihat Adanya Permainan Harga, Gubernur Minta Harga PCR Ditekan hingga Rp250 Ribu
Pemkab Malinau Serahkan Aset Lahan untuk Pembangunan Gudang Bulog
Gubernur Apresiasi Bakti Sosial yang Digelar Komunitas Kaltara di Hati
Bea Cukai Tarakan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp248 Juta, Wujudkan Penegakan Hukum dan Perlindungan Masyarakat
NISA, Adik Almarhum Briptu Aldi, Anggota Brimob Gugur di Papua, Berjuang Wujudkan Cita-cita Menjadi Polisi
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?